Tahapan Kunci dalam Penerapan ISO

Tahapan penerapan ISO sebuah perusahaan produksi ini dijalankan dengan menggunakan 6 tahapan utama. Berbagai tahapan ini dilakukan berdasarkan keinginan serta upaya dari perusahaan yang menginginkan usahanya memiliki ISO.

ISO dalam perusahaan diartikan sebagai label yang memiliki fungsi untuk menjamin kelayakan serta kualitas dari produk yang dibuat oleh perusahaan.

Dengan kata lain penerapan ISO tidak bisa dikaitkan dengan yang namanya mesin peralatan produksi yang dikenakan. Mungkin juga sedikit berpengaruh namun tidak secara keseluruhan mempengaruhi penentuan ISO dalam perusahaan ini. Model perusahan yang dapat mengajukan ISO ini tidak bisa dipatok berdasarkan mesin elektrik atau mekanik yang digunakan dalam perusahan.

Tentunya, setiap perusahaan memiliki kuantitas serta kualitas standar yang dibutuhkannya sendiri sehingga proses pemenuhan produksinya juga tidak dipatok dalam 1 jenis mesin perusahaan tertentu semisal mesin mekanik ataupun mesin elektrik.

Cara penggunaan mesin mekanik yang sederhana menjadikan penggunya untuk menjalankan mesin sesuai dengan ketentuan yang anda. Kehadiran mesin mekanik dalam sebuah perusahaan merupakan perlengkapan yang memudahkan manusia atau SDM yang ada disana untuk menjalankan aktivitas produksi dalam skala yang tidak terlalu besar.

Baik mesin atau manusia tidak ada yang paling penting satu sama lainnya. Keduanya dilakukan secara bersamaan untuk meningkatkan hasil produksi yang akan didapatkan oleh sebuah perusahaan. Dengan kata lain, satu sama lainnya saling membutuhkan dalam produksi perusahaan.

Selain mesin mekanik, anda juga harus mengenal apa yang dinamakan dengan mesin elektrik. Sama halnya dengan mesin mekanik, jenis mesin elektrik juga dibutuhkan dalam proses pengolahan serta pembuatan sebuah produk perusahaan.

Disamping itu, keoptimalan kerja mesin elektrik ini nantinya bisa menguntungkan kinerja karyawan serta proses menghasilkan produk yang dibuat perusahaan. Tidak hanya untuk mendapatkan kinerja yang sesuai menurut kuantitasnya akan tetapi juga diperhitungkan berdasarkan kualitas produk yang dihasilkan.

Untuk itulah, penggunaan mesin elektrik ini dinilai penting dalam proses menghasilkan produk perusahaan. Baik buruknya kualitas mesin yang ada dalam perusahaan nantinya akan memberikan penilaian ISO tersendiri sehingga patokan utamanya yaitu bukan jenis mesinnya akan tetapi lebih kepada kualitas mesin perusahaan itu sendiri. Nah, agar anda lebih memahami apa yang dinamakan dengan tahapan penerapan ISO maka anda bisa menjdikan ISO 9001 : 2008 sebagai patokan anda.

Inilah tahapan penerapan ISO yang biasa dilakukan oleh sebuah perusahaan produksi, diantaranya yaitu :

Tahap I : Gap Analysis
Tahapan yang pertama dalam penerapan ISO di perusahaan ini menggunakan analisis proses dan prosedur yang berjalan dalam suatu organisasi. Viewer ISO akan menentukan seberapa besar gap atau perbedaan antara proses produksi perusahaan dengan persyaratan dasar perusahaan yang akan melakukan atau menerapkan ISO.

Tahap II : Pelatihan dan Persiapan
Tahapan kedua ini dilakukan oleh seorang konsultan ISO yang mengajarkan bagaiman cara memberikan pemahaman yang jelas pada karyawan tentang persyartan serta prosedur ISO.

Tahap III : Pengembangan Sistem dan Dokumentasi
Konsutan ISO mulai melakukan pembenahan pada perusahaan terkait manual mutu, prosedur yang wajib, instruksi kerja, sampai dengan form – form yang harus dibuat.

Tahap IV : Impelementasi Sistem dan Dokumen
Pada tahapan yang keempat, perusahaan mulai harus melakukan implementasi persyarakat ISO dengan pengaturan sistem manajemen mutu yang sesuai.

Tahap V : Audit Internal dan Tinjauan Manajemen
Konsultan akan melakukan pemantauan ulang pada perusahaan yang menerapkan persyaratan ISO.

Tahap VI : Sertifikasi
Setelah penilaian yang dilakukan oleh konsultan terlampaui secara seluruhnya, maka perusahaan yang dinilai memenuhi kriteria kelayakan serta kesesuaian dengan sistem ISO akan langsung mendapatkan sertifikat ISO yang diberikan oleh Badan Sertifikasi yang diakui. Tahapan penerapan ISO yang terakhir ini dinyatakan sebagai penetuan label kelayakan perusahaan produksi.

Slide1

Slide1