Apa itu 5S dan Cara Penerapan Metode 5S

5S merupakan kosa kata yang paling banyak didengar oleh  mereka yang menjalankan profesi di dunia manufaktur. Sebagai  karyawan  industry manufaktur pastinya konsep 5S  yang berasal dari bahasa Jepang ini sudah melekat dan terus dijalankan.  5S yang dimaksud dalam bahasa Jepang tersebut diantaranya adalah  Seiri,  Seiton, Sheisou, Seiketsu, dan Shitsuke. Konsep tersebut banyak dijalankan pada perusahaan baik dalam negeri maupun perusahaan asing karena memiliki sumbangan yang besar terhadap kesuksesan suatu perusahaan.

Dalam bahasa Indonesia konsep 5S berarti  Pemilahan, Penataan, Pembersihan, Pembiasaan,   Pendisiplinan.  Dalam pabrik konsep 5S kemudian disebut  sebagai konsep 5P atau juga dikenal  dengan konsep 5R. 5R yang dimaksud adalah  Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin. Continue reading

Faktor Keberhasilan Penerapan Sistem Manajemen Mutu

Pelaksanaan ISO dalam perusahaan produksi seringkali memberikan penilaian yang siginifikan dalam perusahaan baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya, dengan kata lain faktor keberhasilan penerapan ISO manajemen mutu ini bisa dijalankan oleh perusahaan secara menyeluruh dan tepat. Sistem manajemn mutu yang dijalankan dalam prinsip 6 tahapan penerapan ISO sesuai dengan siklus PDCA.

Apa itu siklus PDCA? Siklus PDCA adalah siklus perjalanan implementasi produksi perusahaan yang dimulai dari perencanaan, pengerjaan, pemeriksaan dan tindakan. Inilah siklus yang akan dijadikan pendekatan dalam proses penerapan sistem manajemen mutu perusahaan.

Berhasil atau tidaknya perusahaan dalam pengupayaan sistem ISO 9001 : 2008 ini dimasukkan dalam kriteria dasar perusahaan yang bisa melakukan pengajuan penilaian standar ISO. Continue reading

Hambatan dalam Penerapan Sertifikasi ISO dan Manajemen Mutu

Bebicara mengenai pelaksanaan proses ISO dalam perusahaan tentunya didalamnya memiliki keterbatasan tersendiri yang menyebabkan perusahaan mengalami hambatan dalam implementasi ISO.

Bentuk hambatan yang akan dialami oleh perusahaan pengusul ISO ini tidak hanya dikarenakan faktor internal akan tetapi juga dikendalikan atau dipengaruhi oleh faktor dari luar perusahaan. Lalu, bagaimana bentuk hambatan dari faktor internal dan eksternal penerapan ISO itu sendiri?

Nah, sebelum anda secara jauh membahas mengenai mengenai hambatan dalam implementasi ISO ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu tahap implementasi ISO diantaranya yaitu : Continue reading

Tahapan Kunci dalam Penerapan ISO

Tahapan penerapan ISO sebuah perusahaan produksi ini dijalankan dengan menggunakan 6 tahapan utama. Berbagai tahapan ini dilakukan berdasarkan keinginan serta upaya dari perusahaan yang menginginkan usahanya memiliki ISO.

ISO dalam perusahaan diartikan sebagai label yang memiliki fungsi untuk menjamin kelayakan serta kualitas dari produk yang dibuat oleh perusahaan.

Dengan kata lain penerapan ISO tidak bisa dikaitkan dengan yang namanya mesin peralatan produksi yang dikenakan. Mungkin juga sedikit berpengaruh namun tidak secara keseluruhan mempengaruhi penentuan ISO dalam perusahaan ini. Model perusahan yang dapat mengajukan ISO ini tidak bisa dipatok berdasarkan mesin elektrik atau mekanik yang digunakan dalam perusahan.

Tentunya, setiap perusahaan memiliki kuantitas serta kualitas standar yang dibutuhkannya sendiri sehingga proses pemenuhan produksinya juga tidak dipatok dalam 1 jenis mesin perusahaan tertentu semisal mesin mekanik ataupun mesin elektrik. Continue reading

Slide1