Prinsip Kunci yang Harus Anda Pahami dalam Ilmu Manajemen Logistik

Pelaksanaan manajemen logistik dalam sebuah perusahaan tidak bisa dilepaskan dengan peran seorang pegawai logistik beserta dengan pegawai urusan produksi lainnya.

Kegiatan yang dijalankan dalam manajemen logistik ini pada dasarnya menunjang hasil produksi yang didapatkan oleh perusahaan.

Banyaknya produk yang dihasilkan dengan tingkat bahan baku yang minimal memberikan kesempatan pegawai logistik untuk menjalankan manajemen logistik yang sesuai harapan perusahaan.

Untuk memberikan anda pemahaman yang jelas tentang manajemen logistik, anda sebaiknya perlu memahami terlebih dahulu beberapa orang yang berperan dalam pelaksanaan manajemen logistik itu sendiri, diantaranya yaitu :

Pelaksana Manajemen Logistik
Manajemen logistik diartikan sebagai pengaturan atau pengelolaan sejumlah bahan produksi yang dibutuhkan selama proses produksi. Tentunya bagian ini tidak hanya bisa jadikan kesatuan tugas yang harus dilakukan oleh beberapa pelaksana saja.

Akan tetapi, bagian logistik membutuhkan peran beberapa orang yang menjalankan tugasnya pada sub bagian logistik.

Perlu anda ketahui bahwa logistik merupakan bagian produksi yang terbagi atas sub bagian operator produksi barang atau bahan baku, sub bagian gudang sub bagian pengiriman. Ketiga bagian tersebut secara rincinya terdiri atas 3 karyawan beserta tugasnya sebagai berikut yaitu :

Sub bagian Purchasing
Bagian yang pertama ini hampir sama perannya dengan bagian gudang, hanya saja barang yang dikontrol atau akan dibeli merupakan produk yang berbeda. Untuk divisi purchasing, tugas kerja yang dilakukannya adalah melakukan pengaturan barang – barang yang akan dibeli dengan ketentuan barang yang dibeli merupakan kategori sarana dan prasarana produksi bukan material atau sparepart bahan produksi.

Bagian Gudang
Pekerja bagian gudang ini memiliki peran yang besar dalam pelaksanaan proses produksi perusahaan. Adapun beberapa tugas yang langsung bisa dijalankan oleh seorang pekerja gudang perusahaan ini diantaranya yaitu :

– Bertanggung jawab untuk melakukan penjagaan terhadap bahan baku yang diambil atau dibeli dari supplier bahan baku
– Senantiasa melakukan pengawasan atau pengecekkan pada persediaan barang secara rutin yang bekerjasama langsung dengan beberapa bagian pekerja di perusahaan lainnya

– Mengawasi dan mengatur pekerjaan staff lainnya seperti tenaga pemasok bahan baku dan pekerja lain yang ada dalam bagian distributor
Bertanggung jawab atras persediaan barang dalam gudang perusahaan

Operator Produksi
– Melakukan proses pengelolaan barang atau produk dari suatu bahan dasar /bahan baku diolah hingga menjadi berbentuk dan sesuai dengan keperluan konsumen (barang jadi)

– Melaksanakan kebijakan dan rencana produksi
Mengoperasikan mesin, menjaga baku mutu kualitas produk, memilih bahan baku yang berkualitas, menggunakan mesin dengan memperhatikan adab K3, dan mengontrol jalannya kegiatan proses produksi seluruhnya

Tahapan Manajemen Logistik
Manajemen logistik yang perlu dilakukan oleh sejumlah pegawai ini didasarkan atas dasar tugas dan tanggung jawabnya masing – masing.

Untuk itulah, hambatan serta kemudahan dalam melaksanakan manajemen logistik ini diatur langsung oleh tenaga sub bagian logistik yang selanjutnya perlu dilaporkan pada bagian manajer logistik atau manajer produksi.

Tahapan demi tahapan yang dilakukan dalam manajemen logistik ini terdiri atas yaitu :
1. Melakukan inventarisasi bahan baku produksi serta kelengkapan produksi
2. Melakukan pembelian bahan baku serta sarana prasarana (mesin produksi) yang dibutuhkan
3. Memasukkan stok bahan baku pada ruang penyimpanan (gudang)
4. Melakukan pengambilan bahan baku yang dibutuhkan selama produksi
5. Melaporkan segala aktivitas logistik pada manajer logistik perusahaan

Slide1

Slide1