Pelatihan Operator Produksi

Peningkatan kemampuan SDM (Sumber Daya Manusia) bagian produksi perusahaan dalam perusahaan dapat dilakukan dengan pelaksanaan pelatihan operator produksi. Hal ini dilakukan dengan melalui proses training yang mencakup waktu pelatihan yang tidaklah sama.

Ada perusahaan yang sudah bisa menjalankan proses produksi hanya pada waktu beberapa hari saja. Akan tetapi juga masih ada perusahaan yang harus melakukan pelatihan operator produksinya hingga berbulan – bulan.

Untuk itulah, perusahaan harus memiliki standar penerimaan pegawai yang baik agar proses jalannya produksi bisa semaksimal mungkin untuk perusahaan.

Lalu, bagaimanakah proses recruitment atau penerimaan pegawai yang tepat dalam peningkatan nilai produksi ini? ya, banyak oramng yang mulai resah dengan banyaknya kompetensi pegawai yang tidak sesuai dengan bidang kerjanya.

Untuk itulah, dalam bahasan kali ini akan diberikan informasi secara jelas mengenai tugas dan kewajiban seorang pegawai produksi sehingga nantinya baik HRD (bagian penerimaan pegawai) maupun pegawai sendiri bisa menempatkan posisi produksi sebagai bagian yang tepat.

Stigma “in the right man, in the right place” selayaknya menjadi masukkan yang tepat dalam masalah ini.

Tugas Pegawai Operator Produksi
Pegawai operator produksi merupakan bagian yang menguasai bagian produksi secara detail baik kaitannya dengan mesin maupun barang produksi yang dihasilkannya.

Inilah bentuk pembagian job des dalam sebuah perusahaan produksi sehingga seorang HRD haruslah bisa melakukan penempatan serta pelatihan pegawai yang tepat, khususnya untuk pegawai operator produksi. Hal ini dikarenakan besar kecilnya produksi yang dihasilkan tergantung atas kemampuan tangan pegawai ini sendiri.

Jika nantinya terdapat kesalahan dalam pengendalian mesin maka dampak yang terburuk dalam produksi yaitu kerusakan mesin bahkan dapat menyebabkan produksi menurun. Mungkin hal inilah yang perlu diwaspadai oleh perusahaan dalam memilih pegawai yang memang sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan individunya.

Nah, untuk lebih jelasnya mengenai tugas seorang pegawai operator produksi ini dapat anda temukan dalam bahasan berikut ini yaitu :
a. Melakukan proses pengelolaan barang atau produk dari suatu bahan dasar /bahan baku diolah hingga menjadi berbentuk dan sesuai dengan keperluan konsumen (barang jadi)

Inilah fungsi vital dan umum yang harus dikuasai oleh seorang operator produksi. Bukan hanya untuk meningkatkan nilai produk yang dihasilkan, akan tetapi seorang operator produksi memerlukan keterampilan dalam mengelola bahan mentah menjadi produk yang berkualitas sehingga terpasarkan dengan luas dan diminati oleh konsumen secara keseluruhan.

b. Melaksanakan kebijakan dan rencana produksi
Pegawai yang berperan dibidang operator produksi ini haruslah mematuhi segala kebijakan dan rencana produksi yang sudah terumuskan oleh perusahaan. Hal ini dilakukan sebagai wujud loyalitas dalam pekerjaannya.

Kebijakan serta rencana kerja yang ada sesungguhnya merupakan wujud konkrit dari apa yang diharapkan oleh perusahaan sehingga pegawai operator produksi yang berkompeten wajib untuk melakukan segala kebijakan serta rencana kerja perusahaan tanpa terkecuali.

c. Melaksanakan proses produksi sesuai prosedur kualitas
Tugas operator produksi yang ketiga yaitu kegiatan kerja operator produksi yang menanungi bagian pemrosesan produk. Rincian tugas yang biasa dilakukan pada saat pemrosesan ini diantaranya yaitu mengoperasikan mesin, menjaga baku mutu kualitas produk, memilih bahan baku yang berkualitas, menggunakan mesin dengan memperhatikan adab K3, dan mengontrol jalannya kegiatan proses produksi seluruhnya.

Ketiga tugas penting yang dimiliki oleh seorang operator produksi ini tentunya membutuhkan keterampilan serta kemampuan yang senantiasa setiap saat, salah satunya yaitu dengan melaksanakan pelatihan operator produksi. Bentuk pelatihan operator produksi ini bisa dilaksanakan melalui metode tutor, sosialisasi, dan study banding dengan perusahaan produksi lainnya.

Slide1

Slide1