Fungsi dan Tugas Pokok Factory Manager atau Kepala Pabrik

Berbicara mengenai sistem produksi sebuah pabrik tentunya tidak akan pernah terlepas dengan yang namanya manajer pabrik. Keberadaan factory manager atau yang lebih dikenalnya dengan nama manajer pabrik memiliki kendali yang besar dalam penciptaan serta pengembangan produk.

Dengan kata lain, untung ruginya produk yang diproduksi tergantung atas persetujuan dari seorang manajer pabrik. Lalu, sebegitu pentingkah peran manajer pabrik bagi keberlangsungan usaha sebuah pabrik? Jika begitu, bagaimana batasan tugas serta wewenang seseorang dengan jabatan manajer pabrik itu sendiri?

Apa itu Factory Manager (Manajer Pabrik)? Factory manager atau yang biasa disebut sebagai manajer pabrik oleh sebagian orang merupakan seorang pegawai yang bekerja di lembaga yang menciptakan sebuah produk, entah dalam pembuatan produk mentah, produk setengah jadi ataupun sebuah produk jadi sekalipun.

Struktur kerja yang dimiliki oleh seorang factory manager (manajer pabrik) ini berada di bawah garis jabatan direktur manajer.

Hal inilah yang menjadikan seorang factory manager (manajer pabrik) sebagai karyawana yang berkewajiban untuk melaporkan tugasnya secara langsung pada direktur pabrik.

Pelaporan tugas yang telah dilakukan oleh seorang factory manager juga bisa disampaikan terlebih dahulu pada sekretaris direktur pabrik, dengan catatan factory manager perlu menimbang beberapa informasi yang penting dan privasi yang hanya harus diketahui oleh seorang direktur pabrik terlebih dahulu sebelum semua terlaporkan pada sekretaris direktur utama pabrik. Untuk lebih detailnya mengenai batasan wewenang serta tugas factory manager, informasinya dapat anda temukan dalam bahasan selanjutnya.

Tugas dan Wewenang Factory Manager (Manajer Pabrik)
Peran seorang factory manager ini sungguh besar bagi perkembangan usaha sebuah pabrik. Cakupan kerjanya yang banyak menjadikan seorang factory manager sebagai inti dari jalannya produksi pabrik. Tugas dan wewenang factory manager atau manajer pabrik bagi jalannya produksi ini diantaranya mengelola beragam fungsi dalam pabrik, antara lain :

a. Divisi HRD atau kepegawaian
Bagian divisi ini bertanggung jawab atas pengawasan serta penempatan pegawai sesuai dengan mutu kualitas yang dimilikinya. Bagian ini dikepalai oleh seorang supervisor yang memberikan laporan pada seorang factory manager pada setiap evaluasi atau bahkan setiap harinya sekalipun.

b. Divisi Import
Pengambilan barang atau support bahan produksi dari seorang supplier diatur langsung oleh divisi import. Dengan kata lain, peran dari seorang divisi import ini ialah untuk tim pengontrol serta pengawas dari aktivitas pengadaan barang atau sparepart selama produksi pabrik.

c. Divisi Purchasing
Bagian yang ketiga ini hampir sama perannya dengan divisi yang kedua, hanya saja barang yang dikontrol atau akan dibeli merupakan produk yang berbeda. Untuk divisi purchasing, tugas kerja yang dilakukannya adalah melakukan pengaturan barang – barang yang akan dibeli dengan ketentuan barang yang dibeli merupakan kategori sarana dan prasarana produksi bukan material atau sparepart bahan produksi.

d. Divis Logistic
Tugas divisi logistic berada dalam naungan factory manager atau manajer pabrik. Kajian tugas divisi logistic yang berurusan langsung dengan pertanggungjawaban pada manajer pabrik ini diantaranya yaitu pengawasan serta kontrol pada aktivitas penyimpanan produk seperti pada gudang, stok dan pengirimannya.

e. Divisi Produksi
Tugas ini divisi ini adalah melakukan proses pembuatan produk hingga menjadi barang yang siap dipasarkan kepada pelanggan.

Slide1

Slide1