Apa itu Business Process Reenginering?

Business process reengineering memegang kendali dalam penciptaan lingkungan kerja yang berteknologi untuk menunjang proses produksi yang dihasilkan oleh perusahaan. Tidaklah mudah bisa menentukan rancangan bisnis yang besar. Dibutuhkan keahlian khusus yang mumpuni secara langsung tanpa batas dalam pengoptimalan fungsi perusahaan.

Sebelum beranjak terlalu jauh membahas mengenai business process reengineering, ada baiknya jika anda mengetahui proses rancangan kegiatan produksi perusahaan. Sebuah perusahaan produksi biasanya membutuhkan proses penyusunan masterplan yang nantinya dijadikan acuan sebagai pengambilan keputusan kerja pada perusahaan.

Tidak mudah menentukan sebuah keputusan pada perusahaan produksi. Apa yang dilakukan perlu diperhitungkan matang – matang tentang untung ruginya. Anda yang saat ini sedang melakukan kerja pada bagian produksi tentu sudah paham dengan fenomena ini.

Sekecil apapun nominal yang akan dikeluarkan oleh perusahaan diusahakan dicatat sebagai fungsi administrasi dana yang perlu dimiliki oleh perusahaan.

Untuk itulah, sebuah masterplan dalam berbisnis ini berperan penting sekali dibandingkan dengan unsur pembentuk perusahaan lainnya. Landasan yang dapat dijadikan sebagai penyusun masterplan ini diantaranya yaitu visi dan misi dari sebuah perusahaan sendiri serta target keluaran produk dalam bentuk kualitas dan kuantitas yang akan diberikan oleh perusahaan produksi.

Peran pemegang kendali organisasi dalam perusahaan ini dirasa penting untuk melaksanakan proses penyusunan masterplan yang dijadikan landasan dalam jalannya bisnis pada perusahaan. Peningkatan kualitas organisasi atau perusahaan produksi ini dilakukan berdasarkan rancangan desain bisnis yang baru – baru ini mulai diterapkan oleh banyak perusahaan ternama.

Rancangan bisnis ini dinamakan sebagai business process reengineering. Business process reengineering biasa disebut dengan sebutan BPR. Rancangan ini merupakan revisi fundamental dan pengukuran efektifitas yang dilakukan secara kontemporer dalam kaitannya dengan penjualan produk, kualitas produk, pelayanan produk, serta kecepatan produksi. Inilah yang banyak dijadikan bahan acuan dalam penyusunan rencana kerja perusahaan.

BPR atau business process reengineering melakukan revisi kinerja perusahan dengan dimulai pada teknik sektor privat yang mendukung organisasi secara fundamental dalam memikirkan kembali cara yang yang tepat untuk mengerjakan bisnis yang mampu memberikan kepuasan pada pelanggan, memotong biaya operasional dan menjadikan bisnis sebagai competitor kelas dunia. Tujuan dilakukannya desain rancangan business process reengineering ini disebabkan oleh diantaranya yaitu :

Tujuan Business Process Reenginering
Berbagai tujuan pelaksanaan business process reengineering ini terbagi atas pernyataan sebagai berikut yaitu :
a. Meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan barang atau produk yang khusus untuk mempertahankan produksi missal yang dikehendaki oleh konsumen.

b. Meningkatkan kepuasan atas barang atau produk tang dibeli konsumen sehingga konsumen akan lebih memilih perusahaan anda dibandingkan perusahaan pesaing yang mungkin memproduksi barang yang sama.

Implementasi business process reengineering ini memiliki dampak tersendiri bagi perusahaan produksi yang berhubungan langsung dengan konsumen. Dampak yang disebabkan oleh kegiatan implementasi business process reengineering ini terdiri atas dampak negative (kerugian) dan dampak positif (keuntungan). Ulasan dampak dari business process reengineering bagi perusahaan ini dapat anda temukan dalam bahasan sebagai berikut yaitu :

Keuntungan Implementasi Business Process Reenginering
a. Memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kinerja perusahaan sehingga dapat dijadikan referensi untuk peningkatan kinerja produksi

b. Mengetahui lebih detai; seluk beluk pribadi yang melakukan aktivitas serta kontribusi lebih bagi perusahaan

Kerugian Implementasi Business Process Reenginering
a. Perusahaan membutuhkan catatan kegiatan produksi lengkap dari pelaksana operasi sehingga pelatihan karyawan operasi produksi perlu dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan

b. Business process reengineering mengharuskan proses produksi disesuaikam dengan rancangan yang ada sehingga tidak bia digunakan dalam mengatasi berbagai masalah produksi yang bersifat mendadak.

Slide1

Slide1