Cara Menjaga Keawetan dan Daya Tahan Mesin Produksi

Mesin produksi merupakan peralatan vital yang dibutuhkan selama proses pengolahan bahan baku maupun bahan setengah jadi menjadi produk barang jadi yang bernilai guna serta dibutuhkan oleh konsumen secara luas. Cara penggunaan serta perawatan yang dilakukan pada beberapa mesin produksi ini tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya. Hal ini dikaitkan dengan spesifikasi.

serta fungsi masing – masing mesin produksi yang tidak sama. Bahkan, saat ini mulai banyak anggapan orang yang mengatakan bahwa merk mesin produksi menentukan daya tahan serta keawetannya sehingga konsumen memerlukan keterampilan khusus dalam melakukan pemilihan produk mesin produksi yang baik dari segi kualitasnya. Continue reading

Apa itu Six Sigma, dan Bagaimanaca Cara Penerapannya?

Kalau anda membaca judul diatas, pasti penasaran kenapa harus dengan six sigma anda berperang, mana ada hari gini perang? Yang saya maksudkan bukanlah perang memakai senjata tajam seperti zaman dulu, tapi perang dengan pesaing bsinis anda saat ini. Six sigma bukan hanya membantu anda melawan bahkan memenangkan persaingan bisnis tapi mutlak anda perlukan jika anda tidak ingin jatuh dari bisnis yang anda jalankan saat ini.

Six sigma tidak sekedar hanya untuk membentengi bisnis anda tapi hal ini akan berpengaruh besar terhadap usaha anda. Jika anda kalah dengan pesaing bisnis, untuk bangun kembali kadang susah bahkan anda bisa tak berdaya karena mereka. Continue reading

Apa itu Total Productive Maintenance dan Bagaimana Cara Menerapkan TPM?

Dalam suatu perusahaan  pasti  dibutuhkan maintenance  untuk proses produksi maupun untuk  kegiatan operasional. Dalam konsepnya maintenance tersebut  adalah suatu fungsi yang ada pada bidang industri manufaktur  yang memiliki fungsi pentng sama  halnya dengan  fungsi-fungsi  produksi.  Bila perusahaan memiliki peralatan seperti mesin misalnya, maka perusahaan tersebut akan berusahan untuk tetap menggunakan mesin hingga waktu yang lebih lama agar proses produksi bisa berjalan dengan lancar.

Bila mesin dapat digunakan dengan baik dan secara terus menerus maka hasil produksinya juga akan baik. Kontinuitas produksi akan terjamin dengan adanya mesin yang tetap bisa digunakan dalam jangka waktu lebih lama.  Untuk mendapatkan semua itu maka perusahaan harus  melakukan perawatan terhadap mesin atau peralatan yang dimiliki oleh perusahaan. Continue reading

Cara Mengelola Manajemen Inventori dengan Efektif

Setiap perusahaan terurama  perusahaan dagang  mereka selalu  membutuhkan persediaan barang dagangan. Persediaan tersebut  akan disimpan  dan digunakan untuk memenuhi  kebutuhan perusahaan. Persediaan kemudian   digunakan untuk    proses produksi  yang akan dijual kembali. Dengan pengolahan persediaan tersebut  maka perusahaan bisa mendapatkan keuntungan untuk mengembangkan usaha yang dijalankan. Persediaan bisa berupa  bahan pembantu, bahan mentah,  barang  setengah jadi, barang jadi ataupun bisa berupa suku cadang. Sebagai bagian penting dari  perusahaan maka  persediaan atau inventory   memiliki nilai yang cukup besar terhadap   biaya operasional, perencanaan dan pengendalian persediaan.  Karena pentingnya persediaan maka  perusahaan harus membuat  manajemen persediaan yang baik agar bisa mengelola persediaan yang dimiliki.

Dalam hubungannya dengan manajemen inventory maka persediaan   dapat digolongkan menjadi  bahan baku,  bahan setengah jadi  atau bahan yang masih dalam proses dan juga barang jadi yang digunakan untuk perusahaan. Continue reading

Apa itu 5S dan Cara Penerapan Metode 5S

5S merupakan kosa kata yang paling banyak didengar oleh  mereka yang menjalankan profesi di dunia manufaktur. Sebagai  karyawan  industry manufaktur pastinya konsep 5S  yang berasal dari bahasa Jepang ini sudah melekat dan terus dijalankan.  5S yang dimaksud dalam bahasa Jepang tersebut diantaranya adalah  Seiri,  Seiton, Sheisou, Seiketsu, dan Shitsuke. Konsep tersebut banyak dijalankan pada perusahaan baik dalam negeri maupun perusahaan asing karena memiliki sumbangan yang besar terhadap kesuksesan suatu perusahaan.

Dalam bahasa Indonesia konsep 5S berarti  Pemilahan, Penataan, Pembersihan, Pembiasaan,   Pendisiplinan.  Dalam pabrik konsep 5S kemudian disebut  sebagai konsep 5P atau juga dikenal  dengan konsep 5R. 5R yang dimaksud adalah  Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin. Continue reading