Artikel yang Sangat Bagus tentang Supply Chain Management

Di  dunia ini apa yang banyak dilakukan oleh perusahaan, merekrut karyawan, memproduksi barang atau jasa ataukah melakukan penjualan?   Perusahaan manapun akan mendapatkan keuntungan  yang sebagian besar didapatkan dari proses penjualan.

Penjualan sangat penting bagi mereka untuk mendapatkan laba yang diharapkan.  Sayangnya tidak sedikit perusahaan yang salah dalam  menjual produknya.

Mereka  memproduksi banyak barang  namun saat proses  penjualan mereka kesulitan memasarkannya. Kesalahan bukan pada barang yang mereka produksi namu pada  sales management  yang digunakan. Manajemen sales sangat penting bagi suatu perusahaan untuk mengatur bagaimana   sumber daya manusia yang ada didalamnya mampu memasarkan produk hingga sampai ke tangan konsumen.

Penjualan barang atau jasa tidaklah mudah, banyak pesaing disekitar perusahaan  bersangkutan yang  akan menggulingkan tahta perusahaan anda bila manajemen sales yang anda gunakan salah. Ibarat anda sebagai raja, aturlah   rakyat anda agar bisa menjual produk  secara efektiif dan efisien.

Kalau dulu  penjualan dilakukan dengan cara yang sederhana namun sekarang penjualan bisa dilakukan dengan cara yang modern seperti penggunaan  internet atau   ponsel yang jauh lebih canggih. Peralatan dan perlengkapan saat ini sangat mendukung  untuk mempromosikan  produk perusahaan.    Bahkan tanpa sales yang banyak pun perusahaan tetap bisa melakukan penjualan  dalam jumlah yang diinginkan. Dengan  pangsa pasar yang semakin  bersaing tersebut menimbulkan  masing-masing perusahaan terus mengupayakan penjualan  semaksimal mungkin.

Gatis - Katalog KPI (Key Performance Indicators) Bagian Produksi + 3 Ebook Dahsyat tentang Ilmu Pengembangan Diri. Download Sekarang.

Bagi  perusahaan mereka sering menggunakan SCM untuk menyampaikan produk yang telah dibuat tersebut agar bisa sampai ke tangan konsumen.  Supply Chain adalah suatu jaringan yang   bertujuan untuk  penyampaian barang kepada konsumen akhir.  Perusahaan akan menggunakan beberapa  orang  atau badan yang nantinya bermanfaat untuk penyampaian produk hingga  konsumen menggunakannya.

Supply Chain ini  penerapannya melibatkan beberapa bagian baik  pihak intern  perusahaan maupun pihak ekstern perusahaan. Pihak-pihak yang terkait dengan  sistem ini adalah  supplier, pabrik, toko atau ritel, distributor  maupun perusahaan yang    mendukung penjualan perusahaan.  Beberapa komponen penting tersebut harus  bisa terjalin kerja sama yang baik agar saling menguntungkan.

A. Pengertian Supply Chain Management

Di era globalisasi dengan persaingan bisnis   yang ketat  hal ini sangat menuntut tiap perusahaan untuk penyusunan suatu strategi bisnis  agar bisa bersaing  dengan perusahaan lainnya. Dari berbagai persaingan yang dilakukan masing-masing  perusahaan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa persaingan yang dilakukan oleh perusahaan adalah untuk  mengimplementasikan  proses produksi barang atau jasa yang efektif dan efisien  untuk disalurkan kepada konsumen. Namun dalam kenyataannya perusahaan tidak mampu   untuk menjalankan  semua itu sehingga mereka memilih jalan pintas dan kemudahaan untuk bersaing dengan competitor melalui supply chain.

Supply Chain merupakan suatu bentuk sistem organisasi  yang bertujuan untuk penyaluran produk  maupun jasa  kepada konsumen. Dalam siklus atau rantai ini ada beberapa  organisasi yang beberja dalam lingkup yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama yaitu untuk pengadan barang  serta penyalurannya  hingga ketangan konsumen akhir secara efektif dan efisien. Dengan kerja sama   tersebut maka akan dihasilkan nilai tambah dari  produk yang telah diproduksi tersebut. Supply chain juga dianggap sebagai logistic network  yang mampu menghubungkan mata rantai  yang saling terkait antara  manufacturer, suppliers, retail outlets, distribution dan customers. Dalam konsep ini  sangat megutamakan adanya manajemen logistic  yang memiliki pandangan lebih luas dari barang  dasar hingga  menjadi barang jadi  yang digunakan oleh konsumen akhir.

Dalam  manajemen Supply chain ini akan terlihat bagaiaman aliran barang, transaksi, aliran uang maupun aliran informasi.  Mungkin bagi perusahaan   aka nada wawasan dan  motivasi yang hebat ketika anda melihat bagaimana  sebuah bisnis besar yang terkenal di dunia yaitu amazon.com telah mengembangkan konsep  Supply chain ini. Dengan omset ratusan juta dollar dalam satu tahunnya  perusahaan ini mampu memaksimalkan penjualannya dalam berbagai   produk yang terkenal.   Perusahaan besar ini menjual berbagai produk  dna memiliki beberapa distributor  besar di  Amerika sedangkan konsumennya telah tersebar di seluruh dunia.

Mengelola Supply Chain bagi perusahaan besar Amazon ini  adalah hal yang sulit karena harus dilakukan dengan cara yang teliti dan prosesnya snagat rumit.

Proses yang dilakukan perusahaan tersebut adalah mulai dari  pengolahan data yang dipesan oleh  konsumen,  mencari serta menyediakan produk yang dibutuhkan konsumen, kemudian proses pengemasan dan pengiriman barang hingga sampai ke tangan konsumen dan melakukan penagihan pembayaran.  Sesulit apapun   itu tetap saja dengan manajemen Supply chain yang baik perusahaan ini tetap bisa mendapatkan omset yang luar biasa.

Manajemen rantai supply chain ini merupakan suatu proses  payung   dengan produk yang diciptakan dan akan disampaikan ke tangan konsumen  dalam bentuk yang lebih structural.  Rantai suplai atau supply chain   akan terlihat seperti jaringan yang lebih rumit  dari suatu hubungan  suatu organisasi  kepada relasi bisnis  untuk  berporduksi dan menyampaikan hasil produksi tersebut kepada konsumennya.

Supply chain management ini merupakan suatu koordinasi dari bahan, arus kas dan arus keuangan maupun koordinasi  informasi   beberapa  organisasi yang tergabung dalam  mata rantai tersebut.  Dalam manajemen ini semua  bahan dasar hingga menjadi produk yang akan dijual ke konsumen akan mendaur  ulang produk yang   sudah ada. Dalam manajemen ini   setiap   rantai supply memiliki tujuan  untuk memaksimalkan  nilai dari produk yang telah dihasilkan secara menyeluruh. Dengan  rantai supply maka akan mudah setiap  rantai mendapatkan nilai  lebih dari produk tersebut.

Dari uraian diatas berarti supply chain management akan melibatkan beberapa hal dibawah ini:

  • Produk fisik dan arus material

Dalam rantai supply ini maka arus material akan melibatkan  suatu arus  produk fisik  yang berasal dari pemasok hingga sampai ke tangan konsumen. Hal ini sama dengan  arus balik yang datang dari retur produk, layanan, pendaur ulangan maupun proses pembuangan.

  • Berbagai arus informasi yang didapatkan

Dalam rantai supply   ini akan  ada beberapa informasi yang bermanfaat   diantaranya adalah   perkiraan permintaan, transmisi pesanan  maupun pelaporan  pesanan dari konsumen. Arus ini akan berjalan dalam dua arah diantaranya adalah arus  kearah konsumen dan arus kearah penyedia bahan mentah untuk proses produksi barang yang dibutuhkan konsumen.

  • Arus keuangan

Dalam supply chain ini juga melibatkan arus keuangan  yang berhubungan dengan syarat-syarat kredit, informasi kartu kredit maupun jadwal pembayaran  yang berhubungan dengan  penetapan  kepemilikan  pengiriman barang.

B. Komponen dan Permasalahan Supply Chain Management

1. Komponen Supply Chain Management

Dalam siklus rantai ini maka ada beberapa komponen yang saling berhubungan satu sama lain. Bila salah satu rantai suplai tersebut terputus maka konsep ini akan sulit dijalankan, bahkan akan bermasalah. Berikut  beberapa komponen dalam supply chain management:

  • Upstream supply chain

Rantai ini disebut juga dengan rantai  suplai hulu yang melibatkan beberapa aktivitas  yang berasal  dari perusahaan manufactur  dengan beberapa penyalur produknya  dengan koneksi para penyalur dengan penyalur lainnya yang saling berhubungan  ( para penyalur ke dua setelah penyalur pertama). Rantai hulu ini  memudahkan para penyalur untuk  memperluas hubungannya  pada beberapa cabang   dan yang paling penting dalam  rantai  supply chain hulu ini adalah adanya  aktivitas pengadaan.

  • Downstream supply chain

Rantai  suplai hilir ini merupakan rantai supply chain  arah muara atau hilir  yang melibatkan   beberapa aktivitas  berupa pengiriman produk yang telah dibuat oleh proodusen kepada  pelanggan atau konsumen akhirnya. Dalam rantai supply chain hilir ini maka  sangat memperhatikan   arah pendistribusian,  bagian gudang maupun transportasinya dan yang tak kalah penting adalah dengan memperhatikan pelayanan yang diberikan sales kepada konsumen. Sales harus memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen akhir tanpa kecuali.

  • Internal supply chain management

Manajemen internal dari suplai chain ini akan melibatkan beberapa hal diantaranya adalah proses masuknya barang ke gudang untuk penyimpanan dan digunakan  sebagai transformasi  masukan  yang berasal dari penyalur  kedalam output   organisasi tersebut. Internal supply chain ini akan menjadi luas dari waktu ke waktu  yang ada dalam organisasi tersebut. Dalam rantai supply ini maka perhatian yang paling utama  adalah dalam hal manajemen  pabrikasi, manajemen produksi maupun pada pengendalian    inventory.

2. Permasalahan dalam suppy chain management

Dlaam pelaksaaannya supply chain management sering mengalami masalah baik dari satu rantai maupun pada beberapa rantai yang menjalankannya. Rantai satu dengan rantai lainnya memang saling terkait sehingga bila ada salah satu rantai dalam supply chain tersebut mengalami masalah tentu saja beberapa rantai akan mengalami masalah juga.  Beberapa permasalahan dalam supply chain  management diantaranya adalah:

  • Srategi distribusi

Beberapa startegi distribusi yang bermasalah dalam supply chain ini diantaranya adalah sentralisasi   maupun  strategi desentralisasi, selain itu juga  strategi distribusi berlabuh silang, strategi menarik maupun mendorong dan strategi logistic orang ke tiga.

  • Distribusi konfigurasi jaringan

Distribusi ini akan  melibatkan lokasi  beberapa supplier,  fasilitas dalam   berproduksi, tempat distribusi pusat maupun gedung dan para pelanggan produk bersangkutan.

  • Permasalahan informasi

Informasi yang diperlukan tiap rantai kadang juga mengalami masalah, sistem yang terintegrasi dan proses penyampaian informasi melalui rantai suplai  yang berharga kadang tidak sampai ke tangan rantai suplai lainnya.

  • Aliran dana

Dalam rantai suplai chain kadang banyak terjadi masalah pada aliran dana dari rantai suplai tersebut. Aliran dana mengalami masalah  pada cara pembayaran dan keterlambatan pertukaran dana dari  masing-masing mata rantai yang ada pada organisasi tersebut.

C. Aktivitas Supply Chain Management

Rantai suplai yang dibentuk  merupakan suatu pendekatan  yang  melibatkan beberapa fungsi  untuk mengatur peregerakan  bahan mentah atau bahan  baku  dalam suatu organisasi maupun pergerakan barang jadi hasil produksi tersebut  yang keluar dari organisasi  dan akan disalurkan apda konsumen akhir.

Dari fungsi supply chain  tersebut kemudian rantai ini bertambah fungsinya yaitu dengan meningkatkan  kepuasan konsumen  dengan mengurangi control manajemen  dari kegiatan logistic harian organisasi tersebut.  Proses ini akan memberikan sedikit pengendalian    dan akan melibatkan beberapa  partner rantai suplai kea rah konsep  rantai suplai. Tujuan  rantai suplai  cahin ini adalah meningkatkan kepercayaan  antara rekanan  rantai suplai  maupun meningkatkan investaris  serta peningkatan inventory organisasi.

Berikut beberapa aktivitas dari supply chain management:

  1. Strategis

Aktivitas rantai suplai chain ini akan melibatkan beberapa hal diantaranya adalah:

  • Rekanan strategis

Rekanan ini akan melibatkan beberapa distributor, pemasok bahan baku maupun pelanggan  menggunakan jalur komunikasi maupun informasi yang penting untuk meningkatkan operasional.

  • Mengoptimalkan jaringan

Sasaran selanjutnya adalah dengan mengoptimalisasi jaringan strategis yang telaha da dengan  cara meningkatkan jumlah rantai, peningkatkan lokasi, maupun dengan peningkatan  fasilitas kepada rantai suplay chain dan konsumen.

  1. Taktis

Pelaksaaan taktis dalam suplay chain management diantaranya adalah:

  • Keputusan dan perjanjian kontrak  untuk pengadaan bahan baku
  • Keputusan terhadap proses produksi
  • Keputusan yang berhubungan dengan inventaris organisasi baik dalam bentuk jumlah, tempat maupun jadwal  yang telah ditetapkan.
  • Transportasi

Strategi ini digunakan untuk menentukan rute masing-masing rantai suplay chain   agar bisa memaksimalkan penjualan produk.

  • Gaji

Dalam suppy chain management akan ditentukan gaji yang didapatkan masing-masing rantai dalam organisasi tersebut berdasarkan  target  yang telah didapatkan. Jadi pencapaian target  sangat menentukan gaji yang didapatkan masing-masing rantai.

  1. Operasional

Kegiatan operasional dalam supply chain management diantaranya adalah:

  • Perencanaan permintaan konsumen

Perencanaan permintaan maupun presdiksi permintaan yang dibutuhkan oleh konsumen akan dibagi menjadi  beberapa prediksi dari para pemasok.

  • Perencanana pengadaan barang

Perencanaan ini akan melibatkan beberapa pemasok   untuk proses perencanaan pengadaan barang yang dibutuhkan konsumen.

  • Perencanaan produksi

Setelah beberapa hal diatas barulah dalam aktivitas supply chain management akan merencanakan  produksi  sesuai dengan kebutuhan dan permintaan  konsumen di pasaran.

D. Jaringan supply chain management ( SCM)

Hal  utama yang  bisa terlihat dari jaringan supply cahin ini adalah suatu proses intergrasi   secara vertical dari para supplier  kepada konsumen atau pelanggan  yang dilakukan melalui aliansi yang strategi    antar perusahan. Dalam supply chain management akan  ada optimasi total  yang lebih besar dibandingkan dengan optimasi parsial  dalam suatu rantai individu.

Jika suatu perusahaan mampu mengaplikasikan  semua  proses dalam supply chain ini maka akan menjadi suatu organisasi yang lebih besar namun kelemahannya adalah adanya biaya administrasi yang lebih besar dari sebelumnya. Selain itu adanya aliansi yang dilakukan antar perusahaan  akan  membuat  keuntungan optimasi maupun biaya administrasi menjadi lebih rendah. Masing-masing perusahaan yang tergabung dalam supply chain ini akan berhubungan dengan  perusahaan lainnya dalam proses integrasi secara  vertical.

Tiap perusahaan harus  memperhatikan  bagaimana mereka memproses informasi yang didapatkan dari rantai-rantai dalam organisasi.

Proses informasi ini sangat penting bagi SCM  sehingga akan baik bagi perusahaan untuk melakukan inovasi terhadap   teknologi informasi untuk memaksimalkan SCM. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan elektronik data. Elektronik data ini merupakan suatu cara  yang paling efektif untuk melakukan promosi  informasi  antar perusahaan yang sesuai dengan tujuan SCM.

Electronic Data Interchange  atau disingkat (EDI)  ini merupakan    pertukaran informasi yang dilakukans ecara online komputer  pada tiap transaksi yang dilakukan perusahaan. Untuk memaksimalkan SCM maka  sangat penting adanya   elektronik data  khusus yang digunakan untuk memasukkan informasi dalam suatu  jaringan dan akan dibagikan pada rantai supply chain lainnya.

E. Manfaat Supply Chain Management

Adanya supply chain management memiliki manfaat diantaranya adalah:

  • Memaksimalkan penyediaan barang kepada konsumen

Dengan adanya jaringan yang luas dan penyediaan barang  yang cepat ke tangan konsumen maka  dipastikan konsumen tidak akan berpaling kepada produsen barang yang sama.

  • Penjaminan  mutu

Mutu dari barang tidak hanya ditentukan saat proses produksinya namun juga ditentukan dari mutu bahan mentah yang digunakan saat proses produksi tersebut.  Selain itu mutu suatu barang  juga  ditentukan oleh kualitas pengiriman barang yang dilakukan oleh distributornya.

  • Meminimalkan jumlah supplier

Adanya supply chain management ini akan mengurangi jumlah  biaya negosiasi, biaya trancking maupun untuk pengurangan  supplier yang tidak sejalan.

Gatis - Katalog KPI (Key Performance Indicators) Bagian Produksi + 3 Ebook Dahsyat tentang Ilmu Pengembangan Diri. Download Sekarang.

Free Ebook & Katalog KPI Produksi

Ya, Saya Mau Katalog KPI Produksi + 3 Buku Bagus tentang Ilmu SUKSES secara GRATIS!